Biogas untuk Pengurangan Emisi Karbon
Siak | Gurindam12.co - Bogas merupakan pengembangan energi terbaharukan, dengan berbagai macam keunggulan. Terutama pengurangan emisi karbon berasal dari Kotoran sapi yang mengandung gas metana, dengan emisi gas rumah kaca 23 kali lebih ganas dibandingkan karbondioksia yang menjadi penyebab utama pemanasan bumi.
Isu pemanasan global sering dibicarakan pada skala nasional maupun skala internasional. Secara umum pemanasan global didefinisikan sebagai meningkatnya suhu permukaan oleh gas rumah kaca yang terjadi akibat aktifitas manusia. Menurut Framework “Convention on Climate Change (UNFCCC) yang termasuk gas rumah kaca diantaranya: CO2, NO2, CH4, SF6, PFCS, dan HFCS,CO2, NO2, CH,4 sebagian besar dihasilkan dari bahan bakar fosil baik dari sektor industri maupun transportasi. Sementara SF6, PFCs, HFCs sebagian besar mearupakan hasil pembakaran aerosol.Gas-gas ini menyumbang kurang dari 1%, tetapi tingkat pemansannya lebih tinggi di bandingkan dengan CO2, NO2, CH4 .
Kotoran sapi mengandung gas metana dan merupakan gas dengan emisi gas rumah kaca 23 kali lebih ganas dibandingkan karbondioksia yang menjadi penyebab utama pemanasan bumi sehingga berdampak pada perubahan iklim. Produksi gas metana dari seekor sapi dapat mencapai 49, 80 kg/ekor/tahun (IPCC, 2006). Pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer.
Sebenarnya efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada di bumi karena tanpanya bumi ini akan terasa dingin akan tetapi gas-gas yang menimbulkan rumah kaca itu telah berlebihan beredar di permukaan bumi yang mana nantinya gas-gas ini akan menyebabkan Global Warming.
Program yang dilaksanakan oleh Yayasan Mitra Insani merupakan mitra lokal dari Yayasan Bina Usaha Lingkungan akan membangun 50 unit reaktor biogas di kerjakan oleh team Khazanah Bahari untuk skala individu ukuran 4m3 di Kabupaten Siak. Reaktor ukuran 4m3 minimal harus di pasok oleh kotoran 4 ekor sapi yang akan menghasilkan gas 1,5 m3 bisa di bakar untuk kompor memasak/lampu penerangan selama 7 jam. Setidaknya gas amoniak 199,2 kg/reaktor/tahun tidak ikut menyumbang dalam pemanasan global karena kotoran dari 4 ekor sapi sudah dimanfaatkan untuk dikonversi menjadi energi alternatif biogas. Jika program ini tercapai maka peternak sapi di Kabupaten Siak sudah melakukan kegiatan pengurangan emisi sebanyak 9.960 kg/tahun dari 50 unit reaktor yang akan dibangun di Kabupaten Siak.
Dari segi ekonomi satu unit reaktor biogas akan membantu perkonomian masyarakat dari tersedianya pupuk slurry biogas yang merupakan output dari reaktor biogas pengisian 40 kg/hari akan menghasilkan pupuk slurry sebanyak 2.800 liter/bulan, dan mengurangi pemakaian minimal 2 tabung gas LPG (Liquefied petroleum gas) ukuran 3 kg dan LPG merupakan gas yang tidak dapat di perbaharui.




